Langsung ke konten utama

Postingan

Refleksi Hari Ibu & Perjuangan Perempuan

  Refleksi Hari Ibu & Perjuangan Perempuan 22 Desember, hari yang selalu kita kenal sebagai Hari Ibu, menyimpan sejarah panjang dan perjuangan yang tak ternilai. Tanggal ini menjadi simbol bagi semangat persatuan dan perjuangan kaum perempuan Indonesia. Namun, di balik perayaan semarak yang kita rayaan terdapat lapisan makna yang lebih kompleks dan mendalam. Kongres Perempuan Indonesia iyalah Tonggak Sejarah perempuan Sejarah Hari Ibu bermula dari Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Pertemuan para perempuan dari berbagai latar belakang ini menjadi momen bersejarah di mana mereka bersatu untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan ikut serta dalam pembangunan bangsa. Cita-cita menciptakan masyarakat yang adil dan setara bagi semua, tanpa memandang gender. Atas tekad yang kuat Kongres perempuan Indonesia Pertama dihadiri oleh tujuh organisasi wanita yakni Wanita Taman Siswa, Wanita Utomo, JIBDA, Jong Java bagian Wanita, Wanita Kathol...

PERANGAI MILITER DALAM LINGKARAN MAHASISWA

PERANGAI MILITER DALAM LINGKARAN MAHASISWA Mahasiswa sebuah istilah yang seharusnya mengandung makna terpelajar dan kritis. Hal itu sudah semestinya selalu melekat dalam raga dan jiwa seorang mahasiswa. Secara umum untuk menyematkan istilah mahasiswa kepada sesorang adalah ketika ia memasuki gerbang universitas, serta melintasi berbagai proses acara penerimaan mahasiswa baru oleh kampus. Di dalam berbagai proses ini mahasiswa baru wajib untuk menyelesaikan agenda yang seringkali syarat dengan narasi "sakral". Grand narasi inilah yang menjelma sebagai lorong untuk menjadi mahasiswa yang identik dengan OSPEK.  Mahasiswa Baru & OSPEK Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau akronimnya OSPEK selalu terbayang menakutkan bagi mahasiswa baru dan selalu dinantikan oleh sebagian mahasiswa yang sudah senior beserta alumninya. Berbagai rapat yang panjang, alot dan berhari-hari menjadi penghias waktu sebelum terlaksananya OSPEK, berbagai interupsi susul menyusul dari bagian mahasis...

Mahasiswa, Bergeraklah! Menggugat Pendidikan Mahal Di Perguruan Tinggi

Mahasiswa, Bergeraklah! Menggugat Pendidikan Mahal Di Perguruan Tinggi ! Pesan untuk mahasiswa, “Kau ingin jadi apa? Pengacara, untuk mempertahankan hukum kaum kaya, yang secara inheren tidak adil ? Dokter, untuk menjaga kesehatan kaum kaya, dan menganjurkan makanan yang sehat, udara yang baik, dan waktu istirahat kepada mereka yang memangsa kaum miskin? Arsitek, untuk membangun rumah nyaman untuk tuan tanah? Lihatlah di sekelilingmu dan periksa hati nuranimu. Apa kau tak mengerti bahwa tugasmu sebagai mahasiswa sangatlah berbeda : untuk bersekutu dengan kaum tertindas dan bekerja untuk menghancurkan sistem yang kejam ini ?”- Victor Sarge (Bolshevik)" ___________________________________________________  Pesan diatas sudah sangat jeles menggambarkan bahwa sebenarnya kemana mahasiswa ini harus berpihak, dan tentunya kepada orang-orang miskin. Begitulah kira-kira tulisan ini akan mengarah dan menjelaskan kepada kita semua tentang perlunya kita menggugat pendidikan yang menutup ruang ...

MAY DAY : KITA BUTUH PERSATUAN!

  Sejarah May Day Sejarah May Day adalah sejarah klas buruh dalam menuntut 8 jam kerja. Abad ke-19 adalah periode di mana kelas buruh diperhadapkan pada kenyataan bahwa dari 24 jam sehari, mereka rata-rata bekerja 18 sampai 20 jam. Tak pelak lagi bahwa tuntutan yang diajukan adalah memperpendek jam kerja. Perjuangan menuntut 8 jam kerja ini diawali oleh kaum buruh di Amerika Serikat  pada tahun 1884, yang berbuntut pada penyerangan yang dilakukan oleh negara dan alat kekerasannya. Pada tanggal 1 Mei 1886, 80.000 buruh di Amerika Serikat melakukan demontrasi menuntut 8 jam kerja Dalam beberapa hari demontrasi ini segera direspon dengan pemogokan umum, yang membuat 70.000 pabrik terpaksa ditutup. Demonstrasi ini berlanjut sampai 4 Mei 1886. Kelas penguasa terusik. Dengan alat kekerasannya, negara menembaki pekerja yang melakukan demontrasi dan menewaskan ratusan buruh. Peristiwa ini telah membawa dampak yang dalam bagi kelas buruh di dunia. Karena itu, pada ulang tahun jatuhnya ...

Dari Surat Kartini Hingga Semangat UU TPKS

  Dari Surat Kartini Hingga Semangat UU TPKS   Perkosaan, Intimidasi Seksual termasuk Ancaman atau Percobaan Perkosaan; Pelecehan Seksual; Eksploitasi Seksual; Perdagangan Perempuan untuk Tujuan Seksual; Prostitusi Paksa; Perbudakan Seksual;   Pemaksaan perkawinan, termasuk cerai gantung; Pemaksaan Kehamilan; Pemaksaan Aborsi; Pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi; Penyiksaan Seksual; Penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual; Praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan; Kontrol seksual, termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama.             Perjuangan perempuan untuk mendapatkan kesetaraan adalah sebuah proses panjang yang penuh tantangan. Kartini dikenal dan dinobatkan sebagai Pahlawan kemerdekaan nasional   2 Mei 1964, usai Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964. Penob...

International Women's Day 2022

International Women's Day 2022 International Women's Day atau yang biasa disebut dengan "Hari Perempuan Internasional" selalu diperingati setiap Tanggal 8 Maret. Mengapa demikian? Sejarah mencatat, Pada tahun 1910 seorang Pemimpin 'Kantor Perempuan' yaitu Clara Zetkin mengajukan sebuah gagasan untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional dan menyarankan setiap negara merayakan satu hari dalam setahun untuk mendukung aksi tuntutan perempuan. Pergerakan perempuan di Rusia menggelar aksi damai menentang Perang Dunia I pada 8 Maret 1913. Setahun kemudian, perempuan di seantero Eropa menggelar aksi yang sama di tanggal yang sama. Di era Perang Dunia II, 8 Maret pun digunakan seluruh dunia sebagai penanda momentum advokasi kesetaraan gender. Hingga akhirnya, tanggal 8 Maret 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai memperingatinya walaupun belum ditetapkan secara resmi. Peresmian tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Sedunia terjadi dua tahun kemudian...

Suaramu Mengubah Dunia, Jangan Takut Bersuara !

  Suaramu Mengubah Dunia, Jangan Takut Bersuara. Tepat di awal tahun 2020 badai pandemi covid-19 melanda Indonesia, berarti sudah 2 tahun lamanya Indonesia berperang melawan pandemi covid-19. Namun, taukah kalian bahwa selain badai pandemi covid-19 Indonesia kini juga sedang diterpa badai Kekerasan Seksual yang tidak kunjung usai sampai sekarang?   Kekerasan Seksual mungkin kata ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita, pelecehan seksual dapat terjadi kepada siapa saja tidak ada pemisah antara laki-laki dan perempuan. Mungkin, terdengar sedikit tabu ketika kita mengetahui bahwa laki-laki menjadi korban pelecehan seksual, namun begitulah keadaannya di lapangan. Siapa saja bisa menjadi korban pelecehan seksual, apabila kita membuka mata dan telinga sebenarnya ada banyak kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi disekitar kita, sekitar tempat tinggal, di jalan, bahkan tanpa disangka disekitar tempat kita menimba ilmu. Sekolah dan Perguruan Tinggi yang dipenuhi o...

CHILD ABUSE

  Child Abuse https://www.google.com/search?q=CHILD+ABUSE&sxsrf=APq-WBspu02BMlIYk5ZXkeE6IuA4C4owEQ:1646189608732&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwiO4vGWtqb2AhWk4XMBHTcsBpgQ_AUoAXoECAIQAw&biw=1366&bih=600&dpr=1#imgrc=xz7dWAPmibWRNM Tindak kekerasan terhadap anak-anak ternyata bisa dialami siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tindak kekerasan tidak hanya menimpa anak-anak usia belasan saja yang konon katanya      “ diusia saat itu sedang nakal-nakalnya” tetapi pada bayi yang tidak berdosa dan tidak mampu melakukan apa-apapun terkadang juga menjadi korban Child Abuse. Suyanto (2010) menjelaskan bahwa secara teoritis child abuse dapat didefinisikan sebagai peristiwa pelukaan fisik, mental ataun seksual yang umumnya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap kesejahteraan anak. Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Pribudiarta N. Sitepu menyebut ada peningkatan...

IBU KOTA NEGARA, TANPA ARAH !

  IBU KOTA NEGARA , TANPA ARAH ! https://www.google.com/search?q=ibu+kota+negara+baru&sxsrf=APq-WBtB-cEFu6wUJf8TMl97o2S2p3I96A:1646188630930&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjjudHEsqb2AhUh7nMBHWihCRoQ_AUoA3oECAEQBQ&biw=1366&bih=600&dpr=1#imgrc=YFcCdee2RcTBUM Pada akhir-akhir ini warga kalimantan di kejutkan dengan di sahkannya RUU IKN yang berarti proyek pemindahan ibu kota negara baru ini tidak lama lagi akan berjalan atau akan terlaksana tetapi kita harus tau bahwa pengesahan setiap undang undang harus menggunakan suara rakyat,harus di musyawarahkan dengan rakyat karena ini berhubungan untuk ruang hidup mereka.   Maka dari itu pengesahan UU IKN ini dapat banyak penolakan dari masyarakat adat,pemuda-pemuda setempat,dan mahasiswa karena tidak melibatkan langsung dengan rakyat atau secara tertutup,dimana kita tau kawan-kawan pemindahan ibu kota negara ini sebenarnya tidak amat urgent sekali atau keburu-buru tetapi mengapa pemerintah...

DARI MALARI SAMPAI INVESTASI HARI INI

DARI MALARI SAMPAI INVESTASI HARI INI             Kita memang tidak akan lupa dengan peristiwa MALARI (Malapetaka Lima Belas Januari). Sedikit menyegarkan ingatan, peristiwa malari masuk dalam Sejarah Gerakan Mahasiswa Indonesia pada kisaran tahun 1974, gerakan mahasiswa yang sempat meredup akibat gerakan mahasiswa yang hanya sebagai gerakan yang lontarkan oleh Soe Hok Gie adalah gerakan Moral Force (gerakan moral), dalam konsepsi   mahasiswa   seharusnya lebih bertindak sebagai kekuatan moral ketimbang sebagai kekuatan politik, dengan artian mahasiswa muncul sebagai aktor politik ketika situasi bangsa sedang krisis, setelah krisis berlalu kembali ke kampus dengan tugas utamanya adalah belajar. Malari terjadi karna adanya peringatan bagi rezim saat itu yang ingin membuka pintu masuk bagi investasi modal asing dan penolakan kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka hingga terjadi huru-hara di Jakarta dan berakhir ...