Langsung ke konten utama

Postingan

Kriminalisasi Masih Jadi Ancaman Bagi Aktivis Pembela HAM

Kriminalisasi Masih Jadi Ancaman Bagi Aktivis Pembela HAM (Gambar: Kanal Kalimantan) Menjadi aktivis. Apalagi aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM), kerap berhadapan dengan hukum. Para pejuang pembela HAM itu tidak lepas dari hadapan ancaman kriminalisasi. Bentuk ancaman kriminalisasi itu terungkap dari data di Koalisi masyarakat sipil untuk perlindungan pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Koalisi tersebut mencatat, dalam rentang Januari 2014 hingga November 2019 terdapat 73 kasus pelanggaran yang menimpa pembela HAM. Bentuk pelanggaran yang paling dominan menimpa pembela HAM yakni kriminalisasi. Buktinya ada 31 kasus kriminalisasi yang dialami aktivis pembela HAM. Sementara pelaku yang paling banyak melanggar hak pembela HAM ialah aparat kepolisian, dengan 27 kasus. Bentuk kriminalisasi yang dialami para aktivis seperti intimidasi, kekerasan yang berkedok kriminal dengan pelaku orang tak dikenal, pembajakan akun media sosial atau telepon genggam, upaya kriminalisasi yang d...

Puisi "Katanya tentang Indonesia"

Katanya tentang Indonesia Oleh: Fina (KBAM) Katanya negri kita negri yang indah Katanya negri kita negri yang kaya Katanya tongkat kayu dan batu saja bisa jadi tanaman Katanya katanya tentang negri kita Katanya Indonesia sudah merdeka Katanya rempah rempah kita sudah tak di perebutkan lagi Katanya Indonesia tidak ada lagi kerja rodi Katanya lagi tentang Indonesia Ternyata negri kita memang indah Indah karna para penipu cantik itu Ternyata negri kita memang kaya Kaya akan orang orang yg suka merampok saudaranya sendiri Nyatanya negri ini sangat lah kaya dan indah bagi mereka Yang hanya duduk berpangku dengan perut mereka yang kian hari makin membesar Ternyata ternyata tentang negri ini Ternyata  Indonesia memang telah merdeka Merdeka bagi mereka yang suka merampas hak orang lain Ternyata rempah rempah kita memang tak di prebutkan lagi Tapi malah sibuk merebut uang uang para rakyat kecil Nyatanya memang sudah tak ada lagi kerja rodi tapi mereka terpaksa...

Inikah Ibu Kota Baru?

Inikah Ibu Kota Baru? Oleh: Kholis KBAM Begini kah ibu kota baru... Ahaha lucu sekali negeri ini... Tak lihat kah kau akan orang-orang di pelosok sana? Ketika jeritan-jeritan itu berteriak di depanmu  engkau bungkam terdiam diri... "Diam kau bajingan!!!" itulah ucapan yang kau lontarkan... Begitu kejam dirimu... Begitu buntu akal fikirmu... Begitu tuli kau mendengarkan... Dan membuta matamu ketika melihat itu semua... Sontak, jalan rusak yang kami suarakan akankah kau perhatikan? Tidak sekali lagi tidak! Kau biarkan itu semua dengan janji manismu... Kuasamu hanya untukmu... Sungguh sedih nasib negeri ini... "Bagus aja itu" Itulah yang keluar dari ucapanmu... Sakit sekali engkau berbicara... Lantas siapakah bajingan di negeri ini?

Pernyataan Sikap Kelompok Belajar Anak Muda

Pernyataan Sikap  Kelompok Belajar Anak Muda Panjang Umur Solidaritas, Lawan Represifitas Gerakan Rakyat Salam pembebasan! Hidup rakyat yang melawan penindasan! Indonesia adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi hak kebebasan berpendapat bagi seluruh rakyat. Hal itu tercermin pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E ayat 3 yang berbunyi; “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Oleh karena itu, kemerdekaan mengeluarkan berpendapat merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilindungi oleh suatu Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Namun, akhir-akhir ini banyak sekali terjadi pembungkaman atas hak-hak demokrasi rakyat yang dilakukan oleh negara beserta aparat keamanan negara (TNI – POLRI) beserta ormas fasis reaksioner. Dan banyak sekali bentuk dari pelanggaran HAM, terutama yang terjadi di rezim Jokowi kali ini. Di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020, gerakan ra...

Puisi “Anak-anak Muda Independen”

“Anak-anak Muda Independen” oleh Darman  (Kelompok Belajar Anak Muda) Bertumpuk lembaran sejarah dalam buku buku, Anak muda lahir dengan semangat menentang penjajah, yang merampas tanah, hingga gumparan emas kekayaan bangsa indonesia, 1928....., Sumpah pemuda, anak muda mulai ber sumpah bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu demi persatuan menentang yang kuasa, saat itu, irian jaya/papua belum ikut bersumpah. 1945..., Merdeka saja. Anak muda muncul sebagai pelopor mendorong merdeka, Saat fasisme jepang telah dihabisi oleh amerika, Bersama Soekarno, Sukarni, Hatta, syahrir deklarasi untuk merdeka! 1965....,Penghianatan. Angkatan muda jadi gila, melakukan kudeta Dengan menggandeng tentara,membunuh jutaan orang tak berdosa. Ini bukan angkatan mudaku! 1998...., Anak muda bangkit lagi. Duum..dumm.... Suara hentakan kaki tentara ada dimana, mana, Dipabrik pabrik ada buruh yang sedang demo menuntut upah, Saat itu tahun 1993,...

Refleksi Tahun 2019 #REFLEKSIREFORMASIDIKORUPSI

Refleksi Tahun 2019  #REFLEKSIREFORMASIDIKORUPSI “Dor! Dor! Dor!” Suara tembakan gas air mata mulai menghujani barisan mahasiswa yang berada tepat di depan gerbang utama gedung DPR/MPR RI diberbagai daerah. Setelah sebelumnya dihajar oleh semprotan water cannon – dari dalam gerbang kompleks parlemen yang hanya berhasil mengoyak barisan para mahasiswa sebentar saja, kini giliran tembakan gas air mata digunakan untuk membuyarkan massaa aksi . Sebagian ada yang tetap mencoba bertahan sambil melempar ke arah sumber tembakan dengan apa saja yang mereka temukan di sekitar dan mulai bergeser ke jalan seberang gedung DPR/MPR sebagian besar akhirnya lari berhamburan”  Reformasi Dikorupsi yang sedang mati suri, ungkapan yang saat ini mungkin tepat untuk disebutkan kepada angkatan 2019, euphoria, sorak gembira perlawanan itu kian terbungkam, dibungkam oleh Negara, dalam segala bentuk represifitas mulai dari penembakan, ancaman hingga penghilangan nyawa bagi angkatan ini. D...

Puisi "Kepada Anak Muda Indonesia"

( foto : instazu.com ) Kepada Anak Muda Indonesia Oleh: Samudera Bumi Kawan.. Kita adalah anak revolusi Revolusi mengharuskan kita berjuang Karena perjuangan bangsa ini belum selesai Kawan.. Kita adalah penerus para pejuang revolusi, pendiri bangsa Yang dengan tulus merelakan diri Menyatukan nurani Untuk terciptanya perdamaian abadi Kawan.. Kita harus terus belajar Belajar menghayati kenyataan Mencari jalan keluar Untuk membangun bangsa yang mandiri Dan yang membela keadilan Kawan.. Kita harus terus bekerja Membantu kaum papa Mengangkat drajat mereka Yang telah lama terpuruk keadaan Kawan.. Sadarlah.. Bangunlah.. Bangsa ini membutuhkan kita! Kita hidup di zaman kemajuan Tapi janganlah terlena Sesungguhnya kemajuan adalah kekuatan-kekuatan Yang memperkuat perjuangan kita Kemajuan adalah jembatan Untuk mempercepat perubahan Ini sudah jadi tugas kita Meramu solusi-solusi Meluaskan pengetahuan Menyemai cinta dan solidaritas Kawan.. Ayo ...

STOP PENGGUSURAN WARGA RW 11 TAMANSARI !!!

PERNYATAAN SIKAP KELOMPOK BELAJAR ANAK MUDA ATAS PENGGUSURAN YANG TERJADI PADA WARGA RW 11 TAMANSARI - BANDUNG Hidup rakyat RW 11 Tamansari yang melawan penggusuran!! Pada tanggal 12 Desember 2019, dua hari setelah peringatan hari HAM Internasional tanggal 10 Desember, terjadi peristiwa yang memilukan bagi kita semua di seluruh penjuru tanah air. Penggusuran paksa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung beserta aparat (Polri - TNI - Satpol PP) terhadap lingkungan warga RW 11 Tamansari, Bandung yang tetap bertahan dari ancaman penggusuran. Hal ini memicu solidaritas yang lebih besar seluruh elemen masyarakat untuk perjuangan warga RW 11 Tamansari yang menolak digusur. Penggusuran demi atas nama pembangunanisme seringkali terjadi dimana-mana. Penggusuran RW 11 Tamansari di Bandung bermula dari sebuah proyek yang dinamakan "KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh)" yang dicanangkan oleh Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Dirjen Cipta Karya dibawah Kementeri...

Puisi - Negriku saat ini

Pertarungan Keinginan Demi mewujudkan keinginan Lalu kau lenyapkan persaudaraan Untuk mencapai tujuan Segala hal kau lakukan Tak peduli Lawan kau rangkul dan kawan kau pukul Tak mampu mengangkat gada Belatik menjadi solusinya Kebenaran kau bungkam Kenyataan kau lenyapkan Namun kebohongan kau pertontonkan Hanya untuk mewujudkan keinginan Jika kau berkata, kekejaman ada pada ibu tiri Maka aku membantah, karena kekejaman ada pada dirimu sendiri Bahkan kau lebih keji Demi kekuasaan, kebenaran kau runtuhkan Demi keinginan, kenyataan kau lenyapkan Demi kemewahan, negeri kau pertaruhkan Demi sebuah kursi, kau menjadi lebih kejam dari Ibu Tiri Warna Dalam Negeri Tercinta Kebisingan siang menghantarkanku pada lantunan suara Lantunan suara yang berasal dari perut,tapi entah perut siapa? Terang siang mempertontonkanku pada suatu peristiwa Peristiwa yang membuatku bertanya-tanya       ...

HARI HAM INTERNASIONAL; TUNTASKAN SELURUH KASUS PELANGGARAN HAM

PERINGATAN HARI HAM INTERNASIONAL 2019 (AKSI KAMISAN KALTIM) “ Pendidikan politik rakyat hanya akan berhasil dalam sistem yang demokratis dan adanya jaminan atas HAM . (Munir)” . Penegakan Supermasi Hukum dan Hak asasi manusia tampaknya kini menjadi pekerjaan yang sangat sulit untuk di tegakkan di indonesia, ada banyak kasus pelanggaran Ham di indonesia yang belum dapat di tegakkan, mulai dari peristiwa 1965 hingga tahun 2019. Peristiwa tersebut adalah peristiwa pembunuhan massal yang terjadi pada tahun 1965, Penembakan Misterius (1982-1985); Peristiwa Talangsari di Lampung (1989); Kasus Penghilangan Orang secara Paksa (1997-1998); Kerusuhan Mei 1998; Penembakan Trisakti, Pembunuhan Marsinah, Pembunuhan Munir, Penculikan aktivis, Semanggi I, dan Semanggi II (1998-1999); serta Kasus Wasior dan Wamena di Papua (2000)dan banyak lagi lainnya.    Di sisi lain, rentetan kasus intoleransi keagamaan di Indonesia cenderung meningkat dalam era "kebebasan ...